Showing posts with label Kolong Langit. Show all posts
Showing posts with label Kolong Langit. Show all posts
07:03
Kerjasama BPSDMPK-PMP dengan PT Telkom Indonesia
Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP)
pada tahun 2013 meluncurkan program Padamu Negeri. Padamu Negeri yang merupakan
singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan. Padamu Negeri
merupakan layanan Sistem Informasi terpadu Online yang dibangun oleh
BPSDMPK-PMP bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia. Kerjasama ini sendiri
dimulai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara BPSDMPK-PMP yang
diwakili oleh Kepala Badan Bapak Syawal Gultom dengan PT Telkom Indonesia yang
diwakili oleh Direktur Telkom Muhammad Awalluddin.
Labels:
Kolong Langit
06:34
Modal Dengkul Jadi Miliarder Singapura
Latar belakang kehidupannya yang susah membuat Goh Cheng Liang kini menjadi salah satu konglomerat Singapura yang paling terkenal. Meski dirinya tak banyak bicara kepada media, namun hasil karyanya berupa landmark terlihat paling menonjol di Singapura.
Rumah sakit Mt Elizabeth dan pusat perbelanjaan Liang Court dui Clarke Quay merupakan salah satu hasil karyanya, yang saat ini kekayaannya ditaksir mencapai US$ 2,1 miliar atau Rp 22,96 triliun.
Goh kecil tak pernah sekolah. Ia dilahirkan dari keluarga miskin di rumah petak yang memiliki satu ruangan pada tahun 1928. Sebagai anak laki ia mencari ikan untuk dijual dan bekerja di sebuah toko perkakas, namun ia terus belajar keterampilan berbisnisnya.
Hingga tahun 1949, ketika pasar saham Inggris surplus, Goh membeli semua stok cat busuk dengan harga yang sangat murah. Dengan buku kimia di tangannya, dia mencampurkan pelarut, pewarna dan bahan kimia untuk memproduksi merek catnya, Pigeon.
Labels:
Kolong Langit
23:34
Dapodik Potong Jalur Birokrasi
Makassar (Dikdas): Sistem Data Pokok Pendidikan memotong jalur-jalur birokrasi yang tidak perlu. Jalur birokrasi yang memakan biaya tinggi dan sangat mahal ini di antaranya pada pemberkasan untuk melakukan suatu pencairan dana.
“Inilah sistem yang akan memudahkan Bapak-Ibu sekalian memotong jalur birokrasi yang tidak perlu. Pemberkasan yang berulang kali bisa kita hindari,” kata Supriyatno, S.Pd., M.A., Kepala Subbagian Data dan Informasi Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Jenderal Pendidikan Dasar, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 Agustus 2013. Supriyatno selaku nara sumber berkata demikian di hadapan peserta Workshop Bantuan Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar Tahun 2013 di Hotel Aerotel Smile, Makassar.
“Inilah sistem yang akan memudahkan Bapak-Ibu sekalian memotong jalur birokrasi yang tidak perlu. Pemberkasan yang berulang kali bisa kita hindari,” kata Supriyatno, S.Pd., M.A., Kepala Subbagian Data dan Informasi Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Jenderal Pendidikan Dasar, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 Agustus 2013. Supriyatno selaku nara sumber berkata demikian di hadapan peserta Workshop Bantuan Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar Tahun 2013 di Hotel Aerotel Smile, Makassar.
Labels:
Kolong Langit
03:00
Ilmuwan Singapura Penasaran dengan Cara Jokowi Menata Kota
JAKARTA, KOMPAS.com — Ilmuwan
dari Singapore University of Technology and Design, Profesor Chan Heng Chee,
penasaran dengan cara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menata sebuah kota. Atas
dasar itu, ia mengikuti Jokowi blusukan ke Pasar Tanah Abang dan Waduk Pluit,
Selasa (20/8/2013).
"Saya berkeliling kota untuk melihat bagaimana pemimpin
kota menata kotanya. Bagaimana pendekatan Jokowi di Solo dan Jakarta dapat
mengubah kedua kota itu," kata Chan di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Selasa
siang.
"Terutama dalam perilaku sehari-hari warga dan tata
organisasi. Padahal, setahu saya, untuk menata itu sangat sulit," kata
wanita tersebut.
Labels:
Kolong Langit
22:01
Dipoles Jokowi, Petugas Satpol PP Lebih Manusiawi
Jakarta - Ada perubahan besar yang dirasakan di tubuh Satuan Polisi
Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Pasukan penjaga ketentraman dan
ketertiban ibu kota ini biasanya jadi "musuh" masyarakat kecil karena
identik dengan sikap arogan dan kasar dengan modal pentungan dan tameng.
Tindakan kasar aparat Satpol PP itu biasanya begitu kentara ketika melakukan penertiban pedagang kaki lima. Dalam urusan gusur-menggusur, petugas Satpol PP tak segan-segan mengobrak-abrik lapak PKL disertai dengan bentakan dan pukulan pentungan.
Tindakan kasar aparat Satpol PP itu biasanya begitu kentara ketika melakukan penertiban pedagang kaki lima. Dalam urusan gusur-menggusur, petugas Satpol PP tak segan-segan mengobrak-abrik lapak PKL disertai dengan bentakan dan pukulan pentungan.
Tapi itu dulu. Kini di bawah kepemimpinan
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang belum genap satu tahun, Satpol PP sudah
banyak jauh beda. Perubahan yang mendasar di internal Satpol PP itu diakui
Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadisantoso bersumber dari sosok sang gubernur yang
akrab disapa Jokowi.
Kukuh menekankan Jokowi sudah sangat jelas menginstruksikan kepada Satpol PP agar dalam menjalankan tugas tidak lagi bertindak kasar. "Yang kita hadapi ini kan saudara-saudara kita, bukan musuh atau lawan kita," kata Kukuh mengingat pesan Jokowi saat ditemui detikcom Jumat pekan lalu. "Mereka juga bekerja untuk makan dan untuk hidup."
Kukuh menekankan Jokowi sudah sangat jelas menginstruksikan kepada Satpol PP agar dalam menjalankan tugas tidak lagi bertindak kasar. "Yang kita hadapi ini kan saudara-saudara kita, bukan musuh atau lawan kita," kata Kukuh mengingat pesan Jokowi saat ditemui detikcom Jumat pekan lalu. "Mereka juga bekerja untuk makan dan untuk hidup."
Labels:
Kolong Langit
21:41
Moeldoko yakin dirinya akan bisa melalui uji kepatutan dengan baik. Dan jika nanti akhirnya dia resmi terpilih, Moeldoko ingin meningkatkan profesionalitas anggota TNI.
"Sama dengan harapan masyarakat Indonesia menjadikan TNI lebih profesional, tentara yang patuh atas hukum, rendah hati, santun, kira-kira begitu," paparnya.
Moeldoko sebenarnya baru saja terpilih sebagai KSAD. Dia menggantikan Pramono Edhie yang pensiun pada Mei 2013. Saat ini dia menjadi satu-satunya calon Panglima TNI yang diajukan oleh Presiden SBY untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono.
KSAD Jenderal Moeldoko Jalani Uji Kepatutan Sebagai Panglima TNI di DPR
Jakarta - Kepala
Staf Angkatan Darat Jenderal Moeldoko menjalani uji kepatutan di Komisi I DPR.
Jenderal Moeldoko diajukan sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh Presiden SBY.
"Tidak ada persiapan khusus, tentara itu kewaspadaan di atas segalanya, jadi tentara itu harus selalu siap, siap setiap saat," kata Moeldoko kepada wartawan sebelum mengikuti uji kepatutan di ruang rapat Komisi I Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2013).
"Tidak ada persiapan khusus, tentara itu kewaspadaan di atas segalanya, jadi tentara itu harus selalu siap, siap setiap saat," kata Moeldoko kepada wartawan sebelum mengikuti uji kepatutan di ruang rapat Komisi I Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2013).
Moeldoko yakin dirinya akan bisa melalui uji kepatutan dengan baik. Dan jika nanti akhirnya dia resmi terpilih, Moeldoko ingin meningkatkan profesionalitas anggota TNI.
"Sama dengan harapan masyarakat Indonesia menjadikan TNI lebih profesional, tentara yang patuh atas hukum, rendah hati, santun, kira-kira begitu," paparnya.
Moeldoko sebenarnya baru saja terpilih sebagai KSAD. Dia menggantikan Pramono Edhie yang pensiun pada Mei 2013. Saat ini dia menjadi satu-satunya calon Panglima TNI yang diajukan oleh Presiden SBY untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono.
Labels:
Kolong Langit
21:32
Sumber : http://news.detik.com/read/2013/08/21/093153/2335852/1148/prt-indonesia-ditampar-dan-digigit-majikan-di-singapura?n991103605
PRT Indonesia Ditampar dan Digigit Majikan di Singapura
Singapura - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal
Indonesia kembali menjadi korban kekerasan. PRT ini dipukul, ditampar dan
digigit majikannya di Singapura.
Sang majikan yang bernama Ngoa Choi Yin (47) dijerat delapan dakwaan
penganiayaan oleh pengadilan setempat. Perbuatan keji Ngoa ini terjadi di
apartemennya di Upper Bukit Timah Road, Singapura.
Tindak penganiayaan ini terjadi beberapa kali. Pengadilan menyebutkan kejadian antara Mei-Oktober 2012 lalu. Demikian seperti dilansir Straits Times, Rabu (21/8/2013).
Sebagian besar dakwaan menyebutkan Ngoa kerap menampar PRT bernama Siti Nurbayah tersebut. Tidak hanya itu, Ngoa juga didakwa memukul dan menggigit TKI tersebut.
Tidak diketahui pasti motif Ngoa yang kerap berbuat kasar terhadap wanita Indonesia itu. Kasus ini masih dalam proses persidangan di pengadilan setempat.
Tindak penganiayaan ini terjadi beberapa kali. Pengadilan menyebutkan kejadian antara Mei-Oktober 2012 lalu. Demikian seperti dilansir Straits Times, Rabu (21/8/2013).
Sebagian besar dakwaan menyebutkan Ngoa kerap menampar PRT bernama Siti Nurbayah tersebut. Tidak hanya itu, Ngoa juga didakwa memukul dan menggigit TKI tersebut.
Tidak diketahui pasti motif Ngoa yang kerap berbuat kasar terhadap wanita Indonesia itu. Kasus ini masih dalam proses persidangan di pengadilan setempat.
Labels:
Kolong Langit
20:27
Bus Masuk Jurang Cisarua Bogor 16 Tewas
Bus Giri Indah masuk jurang di wilayah Tugu Utara, Cisarua,
Bogor, Rabu (21/8). 14 tewas akibat kecelakaan tersebut. Diduga bus terperosok
jurang sedalam 15 meter karena rem blong. Peristiwa kecelakaan bus juga
dikabarkan lewat akun twitter @cipanasupdate.
Korban kini berada di
RS Sanotarium Cisaru
Bus pariwasata berpenumpang terperosok ke dalam
jurang di Cisarua, Bogor. Bus sempat menabrak motor dan warung sebelum akhirnya
masuk jurang.
"Jalanan di sini turunan, sempat nabrak motor dan warung sebelum masuk jurang," kata warga sekitar, Suladi, kepada detikcom, Rabu (21/8/2013).
"Jalanan di sini turunan, sempat nabrak motor dan warung sebelum masuk jurang," kata warga sekitar, Suladi, kepada detikcom, Rabu (21/8/2013).
Labels:
Kolong Langit
20:19
( Masuk Sekolah Tes Perawan Dulu ) Rencana Uji Keperawanan di Sekolah ini Diprotes
PAKAR Pendidikan memprotes kebijakan Dinas Pendidikan Kota
Prabumulih, Sumatera Selatan yang berencana memasukkan tes perawan dalam
penerimaan siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat di daerah itu pada 2014.
Erlin Driana, pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah
Prof. Dr. Hamka, mengatakan kebijakan itu sangat mengintervensi wilayah pribadi
seorang perempuan.
"Hak terhadap tubuh perempuan ada pada dirinya sendiri,
bukan orang lain, apalagi negara dalam hal ini pemerintah daerah," ujar
Erlin saat dihubungi pada Selasa, 20 Agustus 2013.
Kabar tentang kebijakan ini berasal dari Kepala Dinas Pendidikan
Kota Prabumulih, HM Rasyid. Melalui situs nasional ia mengatakan, sedang
mengajukan anggaran RAPBN 2014 untuk kebijakan tes keperawanan bagi calon siswa
SMA sederajat.
Labels:
Kolong Langit
21:56
Mengintip Nekat dan Tekad Guru-guru di Pedalaman Nunukan
Kehidupan para guru di
pedalaman selalu menarik, lucu, tapi sekaligus juga menyedihkan. Di pedalaman
Mensalong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, misalnya, para guru bertekad
agar murid-muridnya "betah" di kelas dan menimba ilmu dari mereka.
Petang baru merambat ketika speed boat mulai merapat di pelabuhan speed boat
Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Bau keruh sungai Sesayap Hilir terasa
menusuk hidung. Airnya yang kecoklatan menandakan sungai dengan lebar mencapai
170 meter tersebut tampaknya sedang keruh dan surut.
Dari dermaga itu, perjalanan masih terus dilanjutkan dengan transportasi darat
menuju Desa Mensalong. Padahal, lelah menempuh perjalanan 3 jam dari Pelabuhan
Tengkayu, Tarakan, Kalimantan Timur, ke dermaga angkutan sungai ini belum juga
pudar. Badan rasanya masih pegal-pegal karena duduk terlalu lama. Belum lagi
terpaan angin yang terus-menerus menubruk badan karena perahu mesin ini tak ada
istirahatnya selama tiga jam mengarungi sungai.
Hari sudah gelap ketika perjalanan dimulai dengan melewati rute
trans-Kalimantan. Beberapa bagian jalan tampak rusak dan berlubang. Bahkan,
perjalanan sempat memotong rute, lantaran ada jembatan yang roboh dan sedang
dalam perbaikan.
Satu jam berselang, sampailah di Desa Mensalong. Desa ini ternyata sudah masuk
dalam kawasan Kabupaten Nunukan, yang merupakan wilayah perbatasan antara
Indonesia dan Malaysia. Di sebuah wisma yang sederhana di desa tersebut,
perjalanan seharian ini akhirnya berujung.
Labels:
Kolong Langit
21:08
Guru Harus Pernah Ngajar di Pedalaman
WAINGAPU -
Kementerian Pendidikan RI akan menetapkan persyaratan baku dalam rekrutmen
tenaga pendidik berstatus PNS di Indonesia yakni harus memiliki pengalaman
ditugaskan di daerah pedalaman seperti yang sudah dijalani oleh para guru
Sarjana Mendidik, di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (SM3T).
Hal itu ditegaskan utusan Kementerian Pendidikan
RI, Martadi ketika menghadiri pembukaan acara Kemah Bakti Peduli Lingkungan
(KBPL) kerjasama SM3T, WGC, dan Pemkab Sumba Timur di gedung nasional Umbu
Tipuk Marisi, Senin (1/4).
Labels:
Kolong Langit
06:58
Capres 2014 yang Mengapung, Sebuah Telaahan dari Old Soldier
Pada minggu lalu penulis bertemu dengan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah) di sebuah toko buku dikawasan Pondok Indah, Jakarta. Pak Komaruddin yang pernah bersama penulis bertugas di BNPT sebagai anggota kelompok ahli sejak 2011 juga mempunyai hobi yang sama dengan penulis yaitu menulis sesuatu dan olahraga golf. Penulis berbahagia saat mantu anak terkecil, cendekiawan Islam yang satu ini bersedia memberikan nasihat perkawinan dan juga doa kepada mempelai berdua. Alhamdulillah.
Nah, pada saat bertemu pembicaraan tidak jauh dari masalah teroris (yang melarikan diri dari lapas Tanjung Gusta), juga berbincang ringan tentang masalah politik. Pengetahuan beliau jelas sangat luas dan penulis mendapat banyak masukan yang sangat menarik. Beliau setiap Jumat rutin menulis untuk sebuah harian ibukota tentang topik menarik yang tidak jauh dilatar belakangi dengan dasar agama, etika, budaya serta norma-norma yang berlaku. Penulis sangat tertarik saat membahas tentang capres dan cawapres yang mulai bermunculan. Sebuah istilah yang menarik disampaikannya, beberapa capres-cawapres yang muncul hanya “mengapung.” Beliau menyampaikan contoh tokoh tersebut.
Kali ini penulis mencoba mempertajam topik mengapung yang dimaksud, untuk melengkapi beberapa artikel ulasan dan ramalan intelijen di bidang politik baik di blog Ramalan Intelijen maupun Kompasiana.
Labels:
Kolong Langit
10:23
Indonesia, Kemerdekaan, Dan Realita
Apakah kalian pernah
berpikir mengenai bangsa ini dan kemerdekaannya? Apakah kemerdekaan itu
sudah benar – benar kita dapatkan? Jika kita dapat melihat keadaan Indonesia
yang sebenarnya. sungguh sangat menyedihkan realita yang terjadi saat ini,
berbagai kejahatan seperti korupsi, pembunuhan, pembalakan liar,
dan berbagai masalah yang timbul di Indonesia akibat dari perbuatan
manusia telah terjadi di mana – mana. indonesia sekarang tidaklah mencerminkan
sebuah negara yang merdeka layaknya burung yang lepas dari sarang yang
mengurungnya, melainkan seperti sekumpulan rusa yang sedang bingung
menentukan arah dan tujuannya. Apakah ini kemerdekaan yang selama ini
kita cari?
Baik, coba kita
flashback kembali pada saat – saat sebelum Indonesia merdeka lebih tepatnya
pada waktu Indonesia mulai dijajah oleh bangsa – bangsa besar seperti portugis,
inggris, belanda dan juga jepang. Mari kita coba pikirkan, mereka semua adalah
bangsa yang besar, tetapi mengapa mereka menjajah bangsa seperti kita? Apa
karena kita bangsa yang bodoh? Atau kita bangsa yang lemah? Tidak, mereka
menjajah kita karena mereka tahu bahwa kita adalah bangsa besar yang
sebenarnya, kita memiliki banyak sekali sumber daya alam, kita hidup di iklim
tropis yang diinginkan oleh setiap negara, dan kita juga hidup di wilayah yang
strategis sebagai jalur pelayaran. Lalu apa lagi yang harus kita
takutkan?
Labels:
Kolong Langit
09:38
Potret nasib sekolah perbatasan di NTT
Sindonews.com - Miris, di tengah euphoria kemerdekaan Indonesia yang sudah berlangsung puluhan tahun, sebuah sekolah di Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih belum tersentuh manisnya pembangunan.
Karena ruang sekolah yang terbatas dan bersesakan antara para siswanya, orang tua siswa akhirnya melakukan swadaya membangun ruangan sekolah baru agar anaknya tetap bisa mengenyam pendidikan layak. Hal ini terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Oenenu, Kecamatan Bikomi Tengah, TTU, NTT.
Tiga bangunan swadaya yang dibangun para orang tua itu beratapkan ilalang dan berdinding bambu. Mereka membuat tiga ruangan baru karena proposal pembangunan sekolah yang selama ini disampaikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) tak digubris.
Padahal bangunan sempit yang dimiliki sekolah tersebut tak cukup untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara sehat dengan jumlah siswa yang mencapai 160 siswa.
"Kami komite sekolah sudah ajukan proposal baik ke pemerintah daerah maupun ke Dirjen pendidikan di Jakarta namun hingga saat ini tidak ada kabar berita, untuk itu kami bersama orang tua siswa terpaksa bangun tiga tenda darurat agar anak-anak bisa bersekolah," terang Benediktus Kapitan, Ketua Komite SMP Negeri Oenenu, di Kefamenanu, Selasa, (13/8/2013).
Labels:
Kolong Langit
09:37
Dahlan Minta Telkom Fasilitasi Internet Sekolah Perbatasan
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT Telkom untuk membangun dan mengembangkan jaringan internet di sekolah-sekolah pada daerah terpencil, pulau terdepan dan wilayah perbatasan Indonesia.
"Dengan membangun layanan internet di sekolah-sekolah diharapkan dapat memicu peningkatan kualitas pendidikan karena dapat mengakses informasi lebih leluasa, dan wilayah tersebut juga bisa semakin berkembang," kata Dahlan, saat berdialog dengan sekitar 100 siswa dan guru berprestasi, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.
Pada acara Program BUMN Peduli Pendidikan 2012 itu, Dahlan memberikan apresiasi secara simbolis berupa penyediaan jaringan internet, dana pendidikan, dana pembangunan sekolah, dan bantuan buku-buku perpustakaan.
Ketika berdialog dengan siswa yang berasal dari Kabupaten Tahuna, Kabupaten Kawio, Kabupaten Kawaluso, Kabupaten Talaud dan Lombok, mereka mengeluhkan bahwa sekolahnya tidak memiliki fasilitas telekomunikasi.
Saat itu pula, Dahlan langsung menanyakan kesiapan Telkom untuk merealisasikan permintaan para siswa SMA berprestasi tersebut.
"Di sini ada direksi Telkom? Bagaimana bisa tidak Telkom masuk ke Tahuna dan daerah lainnya. Harusnya bisa menyediakan fasilitas wi-fi maupun memanfaatkan via satelit," ujar Dahlan.
Menurutnya, Telkom agar langsung mendata SMA mana saja yang akan dibantu, termasuk kemampuan jaringanya seperti apa.
Demikian semangatnya, Dahlan malah berharap Telkom memasang internet dengan kapasitas sekelas dengan jaringan internet di Amerika Serikat. (*)
Labels:
Kolong Langit
09:35
18.000 sekolah terkoneksi jaringan internet
Sedikitnya 18.000 sekolah di seluruh Indonesia terkoneksi akses internet berkecepatan tinggi (broadband access) wifi@id.
Hingga akhir tahun 2013, sebanyak 100.000 sekolah diharapkan tersambung jaringan internet dalam program Indonesia Digital School (Indischool)
Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom, Muhammad Awaludin, mengungkapkan, sejak diluncurkan awal 2013 lalu, Indischool mendapat sambutan positif dari dunia pendidikan.
Dari 18.000 ketersambungan (connectivity), sekitar 5.000 sekolah berada dalam coverage Divisi Telkom Timur yang melingkupi Jateng, Jatim dan kawasan timur Indonesia.
"Kami optimis Indischool ini akan tersambung di 100.000 sekolah pada akhir 2013. Target ini dapat tercapai dengan dukungan infrastruktur PT Telkom yang berada dari Aceh hingga Papua," kata Muhammad Awaludin, Kamis (15/8/2013).
Menurut Awaludin, connectivity ini merupakan staging pertama Indischool community connect untuk mengoneksikan 300.000 sekolah diseluruh Indonesia hingga tahun 2015.
Sementara pada staging kedua, PT Telkom akan menyiapkan content dan aplikasi-aplikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk melengkapi connectivity sebelumnya.
"Pada tahap ini dunia pendidikan akan memasuki tahapan Indonesia Cloud of Knowledge, masyarakat yang melek internet. Kami akan membangun education cloud (edu-cloud) dengan fasilitas public cloud dengan ketersediaan 1.000 content pendidikan," tandas Awaludin.
Komunitas Indischool yang akan bergabung dalam super portal, ditargetkan mencapai 1 juta user pada 2015 mendatang.
Komunitas ini, tambah Executive General Manager Divisi Telkom Timur, Iskriono Windiarjanto, diharapkan menunjang dan menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi berimbang antara perilaku, sikap dan pengetahuan.
"Kemudahan mengakses internet kecepatan tinggi disekolah, para pengajar dapat menerapkan pengajaran yang lebih menyenangkan dari internet. Ini sangat mendukung dimulainya ( Sindonews )
Labels:
Kolong Langit
08:40
Pendidikan di Daerah Perbatasan, Sebatas Angan angan
Kita bersukur para TKI kita di Malaysia dibalik berbagai keterbatasan yang mereka rasakan, tetapi mereka telah mendapatkan upah yang cukup layak bagi kehidupan. Terlebih lagi pekerjaan seperti itu, tidak akan mereka dapatkan di negaranya, di Indonesia. Namun demikian ada pula konsekwensi yang sangat berat, serta potensil akan menghasilkan generasi muda TKI yang lebih rendah lagi kualitasnya. Saat ini ada sekitar 59.000 anak-anak tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang masuk dalam usia sekolah belum terlayani pendidikan sehingga terancam buta huruf. Hingga saat ini, penanganan pendidikan anak-anak TKI di Malaysia yang berusia 4-16 tahun dari Pemerintah Indonesia belum optimal.
”Anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) itu umumnya di ladang sawit. Dari data yang terhimpun, baru sekitar 14.000 anak-anak TKI di tingkat SD dan SMP yang bisa dilayani pemerintah,” kata Ahmad Rizali, Direktur Program Pendidikan Pertamina Foundation di Jakarta, akhir pekan lalu. Idealnya pendidikan anak-anak TKI ini bisa juga disinergikan dengan pendidikan anak-anak di perbatasan RI- Malaysia, khususnya kalau konsep pendidikan terpadu ala “boarding school” bisa terealisir.
Labels:
Kolong Langit