Headlines News :
">Index »'); document.write('

document.write(unescape("%3Cscript src=%27http://s10.histats.com/js15.js%27 type=%27text/javascript%27%3E%3C/script%3E")); ?max-results=10">Label 1

');
Showing posts with label Pena Sahabat. Show all posts
Showing posts with label Pena Sahabat. Show all posts

Fenomena Malam



Ketika senja merangkak menuju kegelapan tidak lagi  membawa gelap akan tetapi justru sinar lampu dengan aneka warna menghiasi gegap gempita bersama alunan suara riuh beraroma pesta. Tiada lagi gelap dengan udara dingin mencekam justru denyut nadi bertambah kencang karena sejuta aktifitas menarik gelora kehidupan malam. Tiada lagi waktu beristirahat melainkan konsentrasi buaian kesenangan malam. Hingga pertandingan olah raga pun ramai dimainkan di tengah malam. Begitulah aroma kehidupan dengan landasan bisnis tanpa lagi berpijak dari semboyan hidup sehat. Pemerasan energi ini justru mendatangkan petaka di usia tua sebab energi begitu dipaksakan menggeber capaian prestasi instan. Begitulah generasi sekarang terbentuk sebab target terkini harus dimaksimalkan.
Semoga saja masih ada sisi lain yaitu dunia malam sarat dengan ketundukan dan penyerahan diri. Di sini ia berbagi kasih hingga menghantarkan kedamaian seiring panggilan malam tempat bersandar kepayahan. Begitu khusuk rebah dan tunduk dengan pengakuan kelemahan dan khilaf berharap akan rahmat dan ampunan. Cahaya pencerahan terpancar dengan hiasan kalimat taubat beraroma sujud syukur pengabdian. Rangkaian munajad sebagai ketetapan jiwa semoga membawa perubahan terbaik di masa mendatang.

Tidur Dan Tertidur

Sudah kesekian kali mata ngantuk kemudian terpejam lantas semua organ tubuhpun tersandar bahkan terbujur tak berdaya.  Bahkan ketika alam dibawah sadarnya membawa ke mimpi ia tiada juga bergerak, sering emosi jiwa terungkap dalam mimpi baik itu ketakutan teramat sangat maupun rasa senang namun semua tiada dalam kendali, mengalir begitu saja. Hampir-hampir kejadian dalam mimpi seperti dalam dunia nyata namun ketika terjaga barulah ia sadar. Kadang orang sering menghubungkan mimpi dengan isyarat pertanda hidup akan tetapi jarang bisa menetapkan korelasinya sehingga sering hanya disebut bunga tidur.
Jika tertidur itu adalah puncak kelemahan organ manusia dimana tiada satupun yang mengelaknya maka itu jelas menunjukkan jika memang manusia mempunyai sisi tak berdaya yang nyata dan itu berlaku untuk semua mahluk hidup. Bahkan jutaan manusia tertidur dengan satu alasan bahwa tubuh lelah dan membutuhkan istirahat.
Adalah kisah tidur yang begitu tampak kasih sayang Tuhan kepada manusia pilihan, tidurnya merupakan rahmat kasih sayang dan pertolongan terhebat kepada pemuda pilihan. Kisah mereka diabadikan dalam kitab suci dimana para pemuda kahfi tertidur dalam gua hingga 300 tahun. Begitu mereka terjaga seolah seperti hanya dua hari berlalu. Mereka telah diselamatkan dari kekacauan dan ancaman dunia dengan tertidur hingga berlalu generasi. Membiasakan berdoa sebelum tidur bahkan berdzikir sebanyak mungkin menjelang tidur bisa menjadi sinyalemen penyerahan total bersama istirahatnya seluruh organ. Begitu  terbangun semoga rahmat dan jalan keutamaan terbuka lapang berseri laksana bunga di taman sejuk, segar memberi suasana kelapangan dan semangat berkarya.

Ajari Aku Menembus Waktu


Aku tau betapa waktu cepat berlalu hingga tiada batas yang bisa menjadi pemisah tentang arti pentingnya kesempatan sehingga ketika telah berlalu maka banyak sesal datang sebab tiada guna dan manfaat yang berbekas sebab telah menyia-nyiakannya. Begitu berharganya waktu sampai sampai ukiran prestasi sedikit demi sedikit terukir sebab cita-cita yang kuat dipahat selangkah demi selangkah hingga ujung sukses di depan mata.
Sebab berharganya waktu semoga mengajariku untuk selslu bersiap siaga berjalan menuju cita mulia. Satu demi satu kerangka pikir dan dzikir menjadi sebab kita hidup dengan sejuta makna. Hendaklah mengukirnya dengan sepenuh hati dan jiwa sebab engkau akan mendapat pertanyaan di hari akhir nanti dan tentunya dengan mempertanggungjawabkan kebaikan dan keburukan perjalanan hidup di dunia ini. Betapa merugi sekiranya perjalanan hidup berujung pada kelalaian hingga terperosok tanpa arah dan tujuan bahkan mabuk hingga lupa arah yang harus ditempuh.
Jangan terpedaya dan lupa untuk menilai seberapa banyak kita mampu melihat dan mendengar selanjutnya berjalan dengan gagah seiring waktu yang tersisa.

Jangan Begitu

Sering nuansa panggilan situasi dan kondisi menghayutkan jati diri, maka jadilah kebiasaanngerumpi alias gosip begitu kental menghangatkan suasana. Semakin lupa diri hingga tiada sadar bahwa apa yang menjadi buah pembicaraan lepas kontrol dan terbuai dengan pandangan-pandangan sesaat dimana cenderung mencari cari alasan. Pembelaan karena alasan sepihak sering dijadikan acuan penilaian tentang benar tidaknya berita yang mencuat. Terlebih lebih bumbu-bumbu ketidakpuasan semakin kental untuk mencari celah kekurangan, keburukan dan kesalahan. Semakin lama diteruskan hingga tak lagi melihat sisi esensi kebenaran sejati. Hampir-hampir tiada merasa merugi bahkan melulu mempertajam egoisme tanpa sedikitpun merasa bersalah. Jangan begitu sekiranya semua pemberitaan diembat tanpa dasar maka bagaimana kita mendapat petunjuk jalan keselamatan.

Waktu Yang Terkikis


Putaran dunia telah memberi warna dengan aroma warna warni. Sejuta kesibukan melenakan pandangan murni. Betapa merugi sekiranya tiada arti bahkan kesia-siaan saja tanpa perolehan ketetapan tujuan. Sungguh kejahatan terselubung sekiranya membawa pada kerugian. Sesal dan derita menjadi buah sebab pohon yang ditanam tiada menyejukkan pandangan.

Begitu mata terjaga di tengah malam, merenung dan mengadu menjadi tumpuan pembebas jiwa. Semakin serius merenung mencari jawaban terbaik dengan harapan perubahan. Menghitung satu persatu tentang amal baik berikut kelengahan akan dosa dan keburukan. Adakah pantas jika umur yang bertambah menjadi bukti tumbuhnya sejuta pohon lebat berbuah manis mengenakkan pandangan.

Menembus Batas

Bulan romodhon telah berlalu, bulan training hingga datang hari kemenangan dan perubahanpun kembali normal layaknya episode umur di masa lalu. Bahkan tak jarang simbol peningkatan pun juga berlalu tanpa bekas. Coba tengok periode penuh ibadah dan peningkatan aktifitas amal ternyata itupun hanya meninggalkan bekas dan kesan mendalam saja. Terlebih jika kita tidak mencermati kualitas amal kita maka segalanya hanya datar tanpa kesan.
Ada baiknya jika kita sedikit memaksa melihat potensi terbaik amal kita selanjutnya mempatenkan bahwa itulah amal terbaik yang telah kukerjakan di bulan puasa kemarin, selanjutnya selidiki mengapa kita berada dalam posisi terbaik tsb sehingga menjadi patokan dan koreksi  apa yang sebaiknya dikukuhkan dan ditingkatkan. Namun ada baiknya juga jika kita sedikit menghitung kesia-sian tentang amal dan kolektifitas ibadah hingga memberi kesadaran betapa kita masih banyak lengah dan tidak bersungguh-sungguh.

Jangan Pernah Merasa Sendiri

Jika keadaan membawa kita pada batas kemampuan diri hingga tak kuasa lagi memikulnya, Seakan jalan hidup tertutup dan hanya berisi ketidakberdayaan sebab beban yang engkau tanggung, Dunia seakan tidak bersahabat, penuh onak dan duri. Celakanya kita menjadi mati suri berada dalam titik nadir  atau hidup tanpa energi sebab telah habis bersama dengan kelemahan dan keputus asaan.  Tiada lagi asa dan harapan perubahan sampai-sampai engkau menjadi sebatang kara terpuruk dalam kehinaan dan kekecewaan. Jika engkau teruskan maka engkau semakin tidak mengenal dirimu sendiri.

Lihatlah bagaimana tunas itu timbul dari kepingan biji keras hingga kelemahannyalah yang membuka jalan hidup, terus dan terus hingga tumbuh berakar hingga batang menjulang dengan daun dan buah yang lebat. Sebuah fitroh hidup kebangkitan setelah keterpurukan, dari kondisi terlemahpun muncul harapan dan cita-cita baru menyongsong masa depan dengan elegan dan berkarakter kuat. Buktikan dengan jangkaun perjalananmu mengukir prestasi dari tahapan dan tingkatan terendah hingga puncak bintang kemenangan.

-cafetuk9ku-

Tunas itu pun Akhirnya Tumbuh

Setelah biji itu tua dan keras bahkan tercampak di padang gersang lihatlah  hebatnya perubahan yang terjadi. Mata tak  bisa melihat  namun kuasa tuhanlah yang membuka jalan. Dan tunas itupun tumbuh   membentuk figur baru, warna baru sarat dengan ketakjuban dan keindahan. Meskipun ia teramat lemah namun bukti nyatanya sempurna  memulai langkah terbarukan.
Perlahan melangkah menyebar keseluruh sudut jalan  menjadi mahluk pilihan. Ia telah mendiami tempat terpilih dan menapakkan akar ke bumi tanpa keraguan. Setiap inci pertambahannya ia sadari sebagai kreatifitas karakter hidupnya. Fokus dan tetap maju berkembang dan siap menjadi  yang diperhitungkan. Ia rela berdampingan dengan siapapun dan tak merasa terganggu kendati banyak tumbuhan besar di sekelilingnya. Ia telah menjadi diri sendiri yang siap menggantikan pandangan baru dan wajah baru yang siap untuk diperhitungkan. Baginya adalah mahluk terpilih dari Tuhan dan pasti Tuhan telah memberi jalan sebagai mahluk pilihan. Tiada keluh kesah disetiap pertumbuhannya melainkan ia sukuri sepenuh jiwa raganya sebab ia telah ridho dengan ketentuanNya.


_cafetuk9ku_

Senyum

Senyum tiada sangkal memancar rona suka, senang, bahkan puas. Baginya mengalir lepas dan tulus dari lubuk hatinya dan mampu memantulkan bias hangat persahabatan ataupun negosiasi dengan sesama kendati tiada kenal dan asing. Pembuka keharmonisan hubungan sekaligus kedekatan hingga melarutkan keangkuhan dan keasingan bahkan kekangan belenggu ego dan idealisme. Senyum memang tiada tanding memancar rona keindahan hidup, pemecah kebuntuan dan penyemangat langkah ke depan.
Mengawali panjangnya perjalanan  selayaknya dengan senyum dan lihatlah betapa dunia seakan membuka jalan terang benderang. Baginya kunci penerjemah teka teki keasingan. Beban dan keraguanpun akan begitu mudah cair sebab senyum akan meneteskan kesejukan bahkan kelegaan.
Senyum bisa juga menjadi ibadah kunci keharmonisan, tiada senyum maka kita tak mengerti penghargaan dan kepedulian. Senyum akan melahirkan sikap menolong dan memancarkan welas asih hingga saling asuh.

_cafetuk9ku_

Fenomena Puncak

Puncak simbol atas, tinggi, hebat bahkan juara. Ketika sekumpulan pendaki gunung merayap maka puncaknya berada di ketinggian langit hingga mampu menerawang semesta dengan sejuta keindahan. Banyak petualang menjadikan puncak himalaya, jawa wijajaya , merapi, sumbing dll.menjadi agenda penaklukan. Kendati banyak aral baik jurang, batu cadas dan rintangan lain tidak menyurutkan hasrat terus melangkah menggapai puncak. Bekal tekad dan amunisi secukupnya dan tiada lagi keraguan tentang arah dan tujuan. Fokus dan malangkah setahab demi setahab dengan rintangan dilalui secara telaten dengan  mata tetap menatap puncak,
Begitulah sekelumit inspirasi semoga dapat membina kesadaran diri bahwa petualangan kita belum berakhir hingga predikat juara di puncak tertinggi menjadi bintang kehidupan. Masih terlalu dini jika kita berpuas dengan perolehan di masa kini, bahkan mungkin kita masih terlelap dengan selimut malam.

Kopi Pahit

Mentari mengintip dari lubang jendela menandai pagi telah menjelang
Sinar – sinar kecilnya manja membelai wajah untuk segera bergegas
Menyiapkan akal dan daya untuk sebuah perubahan
Mengurai puzzle impian menjadi bentuk kenyataan
Tak ada lagi mediumisasi untuk sebuah eksistensi
Karena aku bagian dari laskar penentu
Aku akan menjadi sombong!
Sombong melawan keangkuhan jaman
Keras laksana karang berdiri kokoh membangkah deru cibiran

Ocehan penikmat kopi untuk sebuah rasa_PAHIT

Senja di Batas Kota

Matahari kembali ke peraduan
Mengingatkan senja segera datang
Masih rasa yang sama, tanpa rasa yang baru
Bosan, otak selalu dijejal masalah yang sama. Tanpa solusi!
Senja ini pun kembali menggelitik matahari sembari berkemas
Menertawakan ku dalam tanya dan takut
Seperti pecundang urung lewati hari
Menghitung detik demi detik hari demi hari dan bulan demi bulan
Dan semua masih sama, mengharap sebuah keajaiban
Ruang kosong pun riuh bak sebuah pementasan, kerdil dalam kehampaan, ditinggalkan masa depan
Jauh…jauh sekali dan aku masih disini
Sibuk untuk berdiam diri


Ini aku tulis dikala langit berkalang senja

Maknailah Hatimu

Ketika akal telah bisa membedakan kebenaran berdasar hukum sebab akibat, maka hati yang bersih tidak serta merta menuai kedamaian dan ketenangan. Wajib kita menuntut ilmu agama agar kebenaran yang hakiki tumbuh seiring dengan ketenangan jiwa yang utuh dan tak terusik oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Adalah ruh yang hidup adalah jiwa yang mendapat hidayah iman dan islam karena hanya dengan kembali kepada Alloh sang Pemilik sekaligus Pencipta mahluk terutama manusia hanya mencukupi nikmat Islam dan Iman sebagai jalan keselamatan dunia dan akherat. Manusia yang tercelup dengan hidayah Alloh pasti akan bisa membedakan lezatnya daging ayam yang disembelih dengan menyebut bismillah atau yang tanpa dengan menyebut nama Alloh. Ia bahkan bisa membedakan kesalahan antara mencuri ayam dengan menyembah batu. So....maknailah hatimu sebagai jalan mengenal tuhanmu,...dan teguhkanlah pendirianmu,,,karena sesungguhnya fitroh manusia berada dalam kesucian...janganlah engkau campur adukkan antara yang hak dan yang batil...kokohkanlah jiwa dengan banyak berdzikir...semoga nikmatmu akan senantiasa bertambah.

Proposal Hidup


Beberapa motivator memberikan ulasan tentang proposal hidup, visi misi , target, rencana kerja ke depan...Selebihnya adalah tindakan, action, tekad dan semangat yang menggelora ibarat stater motor gede menderum tinggal tancap gas dan melesat sesuai target jangka pendek, menengah ataupun panjang bahkan target abadi.

Kehidupan yang dinamis adalah kehidupan yang mempunyai tujuan yang jelas serta besaran target yang hendak dicapai. Mungkin tidak sekedar cita-cita semata agar segera dapat dilaksanakan. Tentunya wawasan yang matang serta dedikasi yang tinggi bahwa kita bisa mengubah diri kita yang bukan siapa-siapa menjadi sesuatu yang pantas. Kepantasan adalah harga yang harus kita bayar dengan keringat dan kerja keras. Tindakan kuat dan berani menghadapi resiko adalah mental pejuang. Kuat dalam mengendalikan diri serta mengasah potensi, Mampu mendengar, melihat, dan merasakan peluang. Pandai dan cakap dalam bernegosiasi, Semangat bekerja sama dan bersinergi dalam menggalang kekuatan, demi sebuah proposal hidup, Hidup mulia dan sukses.
Kegagalan adalah alasan untuk tetap  berjuang, kegagalan hari ini harus kita lunasi di kemudian hari dengan menggandakan tekad dan semangat serta pelajaran dari masa lampau.
Kemenangan ibarat buah manis yang siap dirasakan oleh siapapun. Bersegeralah membuat proposal hidup dari jangka pendek  dan tentukan rencana kerja serta lakukan tindakan dan capailah  target terukurnya. Semoga ini menjadi api yang tak kan padam, terus menyala, membakar dan mematangkan hidup kita.
Akhiri perjalanan ini hingga  menjadi narasi hidup , cerita anak cucu, bahkan nasehat untuk generasi berikutnya.

Antara Akal, Hati, Dan Nafsu


Nuansa kehidupan manusia adalah sempurnya , antara akal/otak yang berada di kepala kita, hati / jiwa yang berada dalam batin kita, serta nafsu yang menyeluruh dalam badan kita.

Ketiganya adalah kesatuan yang utuh dalam diri manusia. dan dari sinilah kemulian mahluk di muka bumi disandangnya.
Namun ketika ketiga komponen tersebut terpisahkan maka sepantasnya kemuliaan itu akan tercabut.
Begitulah jika komponen otak saja yang dominan maka ia cenderung pandai atau ahli namun hidup tanpa perasaan, kelembutan, kejujuran, bahkan akan terjerumus dengan aneka kesombongan, keras kepala, dan tak mempunyai respek atas kehidupan..
Namun juga jika hati yang mengedepan maka perasaan-perasaan akan menonjol dan cenderung tidak bisa mengambil pelajaran dari orang lain, bahkan tidak bisa mengubah dengan daya nalar yang cukup terhadap perubahan jaman.
Begitu juga jika hanya kepentingan badaniyah semata maka tak jarang keletihan dan kejemuan serta malas bahkan tidak acuh dengan keadaan sekelilingnya, sekalipun ia tersesat tetaplah menjadi kebanggaan.
Wahai manusia kembalilah kepada Tuhanmu dengan jalan keselamatan, jalan hidayah yang akan membimbing akal hati dan nafsumu dalam keridhoan.

Menembus Batas


Bulan romodhon telah berlalu, bulan training hingga datang hari kemenangan dan perubahanpun kembali normal layaknya episode umur di masa lalu. Bahkan tak jarang simbol peningkatan pun juga berlalu tanpa bekas. Coba tengok periode penuh ibadah dan peningkatan aktifitas amal ternyata itupun hanya meninggalkan bekas dan kesan mendalam saja. Terlebih jika kita tidak mencermati kualitas amal kita maka segalanya hanya datar tanpa kesan.

Ada baiknya jika kita sedikit memaksa melihat potensi terbaik amal kita selanjutnya mempatenkan bahwa itulah amal terbaik yang telah kukerjakan di bulan puasa kemarin, selanjutnya selidiki mengapa kita berada dalam posisi terbaik tsb sehingga menjadi patokan dan koreksi  apa yang sebaiknya dikukuhkan dan ditingkatkan. Namun ada baiknya juga jika kita sedikit menghitung kesia-sian tentang amal dan kolektifitas ibadah hingga memberi kesadaran betapa kita masih banyak lengah dan tidak bersungguh-sungguh.
Engkau tidak akan mampu menembus langit melainkan dengan kekuatan. Hal ini tentu menjadi peta atau target bagaimana seharusnya diri kita merubah mindset setidaknya setelah kita mengenal kelemahan diri maka tanpa kesungguhan tidaklah kita mampu merubahnya. Ya paradigma sukses selalu identik dengan merubah dengan kekuatan dan dimulai dari diri sendiri selanjutnya terus belajar dan bekerja dengan sepenuh hati bahwa kita harus berubah dan meningkat. Bahkan jika perlu kita harus memaksanya sekuat tenaga dan pikiran ibarat memahat di batu cadas dengan tekun dan terus menerus maka tetesan air pun sanggup menjadi bukti perubahan yang nyata. So going on and you must trust your passion.

Tangan Tuhan

Kun fayakun demikian jika Alloh kehendaki maka jadi. Begitulah tangan tuhan mengatur perubahan dari siang ke malam dari panas ke dingin dari  ada dan tiada, segalanya berubah menurut kehendakNya. Kita sebagai hambaNya memahami bahwa tiada daya dan kekuatan melainkan dariNya.

Sudah selayaknya kita memahami bagaimana suratan kejadian terhadap generasi masa lalu dimana orang - orang pilihanNya telah memberikan contoh terbaik dalam perjalanan hidupnya tentang bagaimana seharusnya mereka hidup dalam jalan keselamatan. Betapapun beban dan penderitaan pastilah terukur dengan kemampuan masing-masing dan terbukti bahwa mereka sebagai hamba tuhan senantiasa dihiasi dengan ketundukan dan kepatuhan. Kita bisa memahami bagaimana Alloh menolong pemuda kahfi tertidur 300 tahun dalam gua, pemuda yusuf terkurung dalam sumur dan penjara, Musa dalam kejaran fir'aun hingga membelah laut merah. Mereka wajib kita percaya sebab berita Al-Qur'an terjaga hingga akhir  masa.
Yang menjadi pertanyaan kepada kita benarkah bahwa kita telah mengenal tuhan dan mengimaninya serta secara tulus ihlas tunduk dan patuh. Jika engkau terpedaya dengan kehidupan duniamu pastilah tiada makna kisah mereka. Engkau akan menjadi manusia sombong dan terpedaya dengan hidup di dunia ini. Waspadailah bahwa engkau diciptakan bukan untuk kesia-siaan tanpa akhir, tak kan lama lagi ajal akan menjemputmu hingga engkau sadar bahwa sedikit bekalmu menjadi penyesalanmu. Bangkit dan hiduplah dengan ridho Alloh semoga engkau bersiap melakukan amal dan taqwa mu.


Energi Positif


Kemuliaan seseorang adalah simbol energi positif yang memancar terang ibarat cahaya bintang di malam hari sebagai pertanda bahwa gelapnya malam tidak lagi menjadi ketakutan ataupun salah arah dalam melangkah. Hidup dengan energi positif dimulai dari mengenal diri dan mengembangkan potensi mulia. Hal ini bisa dilalui dengan  komunikasi 3 lapis meliputi komunikasi pada diri sendiri, pada sesama dan kepada Alloh. Berhati-hatilah dari keluh kesah dan mudah berputus asa apalagi terbenam dengan beban hidup sehingga mematikan energi positif kita. mulailah dengan membangun landasan utama dengan tujuan menang-menang bukan menang kalah sehingga menimbulkan daya ungkit mutual dua belah pihak. 

mengaktifkan otak kanan atau langkah sinting dengan ide-ide liar akan memancing energi positif sebab manusia pada dasarnya tidak memahami untuk menggali potensi diri dan cenderung mengikut arus saja. Bahkan kadang harus dengan posisi kepepet baru muncul langkah sintingnya dengan ide-ide liarnya.

Menuju Dewasa

Terlahir dari kelemahan dan ketergantungan ibarat bayi yang baru mengenal dunia baru, maka tampak banyak orang mengulurkan kasih sayangnya, memeluknya, menggendongnya, mendampinginya hingga setiap jeritan panggilannya pasti didatangi dengan penuh sayang. Seiring waktu berjalan hingga tumbuh menjadi anak-anak yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan, bermain dan berbuat apa saja tetap masih dalam kecukupan dan tak pernah kuatir kekurangan. Hingga mulailah menanjak dengan kehidupan remaja yang penuh perubahan dan kebebasan untuk mengeksplor segala kemampuan diri, kreatifitas dan ajang pembuktian diri tanpa mengenal lelah dan balas jasa.

Seiring pertumbuhan dan pengalamannya maka tahapan yang terpentingpun mulai ia lukis dengan arah dan tujuan yang semakin pasti. Pada tahapan inilah segala bentuk olah pikir, olah kata, olah jiwa dan raga mulai diperhitungkan dengan pendapatan atau hasil yang harus diraih, sebab baginya ia telah menjadi diri sendiri yang siap berhitung dengan laba rugi, beban dan kesuksesan. Kedewasaan telah membawa pola hidup yang sarat dengan nilai dan tanggung jawab. Baginya adalah point terbaik harus diukir dengan semangat dan kerja keras. Tantangan demi tantangan ia selesaikan demi perolehan hasil terbaik. Kegagalan demi kegagalan tidak membuat berputus asa sebab merupakan hikmah dan pelajaran demi kesuksesan dan terhindar dari kesalahan yang sama. 
Dewasa berarti kaya hikmah, kaya pengalaman, teguh dan cepat mengambil keputusan tanpa ragu. Jadwal kerjanya pun jelas dengan target dan sasaran. Setiap hitungan waktu selalu menunjukkan grafik dengan diskripsi yang jelas arah dan tanggung jawabnya. Kekuatanpun akan terukur dengan akibat kinerjanya, segala pikir, kata, kerja selalu punya tujuan dan target yang harus dicapai, baginya harus lepas dari kesia-siaan, sebab akan merugi seiring hukum timbal balik dengan beban tanpa ia sanggup mengangkatnya maka ia akan tertimpa hingga binasa tanpa ada yang menolongnya.
Salam sukses slalu

Don't Make Your Self Only


Nafsu dunia dihiasi dengan tercapainya puncak kenikmatan hidup dan tiada kata usai, keinginan lagi dan lagi demi kepuasan  menjadi target dari waktu ke waktu, sejujurnya benarkah  kepuasan dunia ini menjanjikan puncak kenikmatan.  Bentuk kepuasan dunia  sangat cepat dan mudah hilang, kemauan untuk mengulangi lagi menjadi nyanyian merdu penuh harapan. Sejatinya sifat dunia memang sementara tiada kenikmatan yang mampu bertahan lama dan pasti habis.

Budaya malu adalah bentuk penyeimbang dari gejolak nafsu yang tak pernah puas. Ketika kita merasa malu maka akan membatasi liarnya gejolak keinginan sebab ada hal yang menjadi pertimbangan yaitu demi menjaga harga diri dan martabat  manusia. Jika manusia sudah tidak punya rasa  malu maka budaya hedonisme dan cinta dunia akan mendominasi sehingga membuat manusia mabuk dunia. Tiada lagi percaya  akherat apalagi mempersiapkannya, segala perbuatan  hanya dihitung dengan keuntungan dunia, kerja kerasnya hanya berlogo nikmat dunia.
Menyuburkan tali silaturahmi antar sesama membawa  jiwa kehidupan. Kita menjadi tahu tentang seluk beluk harmoni kehidupan manusia. Manusia sebagai mahluk sosial sangat berbeda dengan mahluk lainnya baik itu jin dan binatang. Diciptakannya manusia berpasang-pasang, berbeda suku dan warna kulit tidak lain agar kita benar benar memahami bahwa silaturahmi menjadi jalan saling mengenal dan menumbuhkan pintu rezeki dan rahmat yang sangat luas. Akan ada aliran hidup baru sehingga tidak membuat kita terkungkung dengan nafsu diri sendiri, kita menjadi memahami makna menghargai dan dihargai. Budaya saling menolong dan menghormati menjadi kebutuhan yang saling melengkapi.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. adeitu prast - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger